Kamis, 19 Maret 2015

Pegawai Negeri Setengah Swasta Jadi Harapan

Ilmu Pemerintahan dan ketatanegaraan bukanlah bidang yang saya pahami dan miliki,namun melihat ketidak efisienan dan ketidak efektifan mamicu pemikiran untuk berceloteh tentang masalah ini bak mimpi disiang bolong. Pemerintahan yang sekarang itu tidaklah jelek,sebab kalau saya jadi(aparat) bagian dari pemerintahpun nggak bakalan mampu.

Seringkali kita temui ketidak efisienan dan ketidakefektifan di kelembagaan pemerintahan mulai dari tingkat desa hingga tingkat pusat. Buktinya sering kita melihat mereka santai baca Koran,sms an,dan main catur. Yang paling menjengkelkan adalah di saat kita butuh,mereka sudah kabur pulang atau kelayapan entah kemana padahal masih jam kerja kantor.

Mengapa hal – hal tersebut di atas bisa terjadi ? 


Semua itu terjadi karena mereka tidak mempunyai “motivasi kerja” dan "loyalitas kerja" yang sebenarnya. Jadi bukan masalah kurang gaji,sebab di gaji tinggipun mereka akan tetap seperti itu,karena motivasi ini terkait dengan moral,tanggung jawab,dll.

Paling tidak ada 2(dua) esensi pokok yang harus digaris bawahi kenapa motivasi dan loyalitas kerja mereka kendor sehingga produktifitas kerjanya rendah:

SANKSI. Sanksi,peringatan atau hukuman bagi mereka yang klemar – klemer suka dolan dan yang melakukan pelanggaran kurang cepat dan keras karena berbagai alasan. Seringkah melihat pegawai negeri di pecat gara – gara mangkir dan lain - lain ? Paling – paling di mutasi per bagian atau di mutasi antar kelembagaan.

Padahal di luar sana yang mimpi ingin jadi pegawai negeri juga masih banyak. Tapi coba sekarang bandingkan dengan pegawai swasta yang mangkir,jika setelah di beri peringatan masih bandel ya langsung di buang / di pecat.

GAJI BULANAN. Model gaji seperti ini kalau fungsi controlling dari atasan kendor akan menina bobokkan pegawai. Sebab mereka akan beranggapan bahwa yang baca Koran,main catur dan kelayapan gajinya sama kok dengan yang kerja serius untuk masyarakat.

Karena berbagai alasan di atas itulah kiranya perlu di bikin model pemerintahan yang setengah Negeri setengah Swasta,Lho kok? Iya… untuk memperbaiki itu semua harus ada perubahan system. Bapak – bapak para ahli yang bikin system dan tehniknya,saya Cuma bisa ngoceh yang nggak jelas saja.
System PNSS(Pegawai Negeri Setengah Swasta) berprinsip keseimbangan antara tanggung jawab moral dengan fungsi ke pemerintahannya sebagai aparat pengatur,pelayan dan pelindung masyarakat.
Jadi sebaiknya semua kelembagaan dari tingkat desa hingga provinsi harus mempunyai pendapatan sendiri – sendiri untuk menggaji pegawainya dengan tetap tidak meninggalkan segala fasilitas dan kewajiban dari pemerintah pusat.

Adapun Sistem Gaji Pegawai Dalam Pemerintahan Setengah Negeri Setengah Swasta gambarannya kira – kira sebagai berikut:

Masyarakat tetap bebas melakukan usaha atau bisnis apapun sesuai dengan keinginan pribadi masing - masing. Dan Masyarakat bebas menjual produk yang dihasilkannya. Bisa dipasarkan melalui pemerintah atau dipasarkan sendiri.

Pemerintah dari tingkat desa sampai dengan propinsi harus melihat dengan jeli,kira - kira barang atau jasa apa yang bisa di kembangkan di wilayahnya masing - masing.

Pemerintah harus memfasilitasi dari potensi masyarakat yang ada,baik dari sisi manajemen,permodalan,tehnik,pemasaran, dll.

Pemerintah harus memasarkan produk dari potensi masyarakat ke lintas desa,kecamatan,kabupaten,propinsi bahkan ke luar negeri. Bukankah pemerintah sangat punya power untuk melakukan itu.

Gaji bulanan pegawai tetap diberikan,tapi jumlahnya harus dibuat seminimal mungkin,sebatas untuk keperluan hidup sehari - hari saja. Dan tetap mendapatkan dana pensiun tentunya.

Keuntungan dari hasil penjualan produk atau memasarkan produk masyarakat itulah yang digunakan untuk menambah gaji pegawai pemerintah di masing -masing tingkat pemerintahan.

Jadi,seorang pegawai negeri tidak akan dapat penghasilan besar bila hanya berpangku tangan dan kelayapan. Mereka akan mendapatkan gaji besar bila dapat membantu memasarkan produk masyarakat dilingkungannya.
Dengan model seperti itu banyak hal yang di dapat:
  • Roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan semakin baik sebab mereka semuanya bekerja.
  • Motifasi dan loyalitas pegawai pemerintah akan semakin meningkat dan efektif,sebab mereka tidak akan dapat gaji yang memadai kalau mereka hanya kelayapan,sms an dan main catur doank.
  • Anggaran pemerintah untuk bayar gaji pegawai akan jauh lebih kecil,sebab mereka sudah bisa menggaji dirinya sendiri. Dan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,berkurangnya anggaran gaji bisa di alokasikan untuk menambah modal masyarakat.

Demikian kira - kira gambaran pemikiran saya di siang bolong he.... Buah pikiran ini hanya sekedar celoteh penulis yang harus di ekspresikan,sebab kalau tidak malah jadi bisul.

Rabu, 18 Maret 2015

Navigasi Scroll Back To Top Gerak Perlahan

Navigasi kembali ke atas atau sering dikenal dengan back to top,gerakan kecepatan scroll nya bisa di atur dengan menggunakan Jquery. Sehingga gerakannya bisa menjadi lambat atau perlahan - lahan yang biasa dikenal dengan gerakan lembut / smooth.

Scroll dengan back to top sangat dianjurkan dipasang pada blog yang mempunyai halaman / posting panjang. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengunjung blog kembali ke awal posting.

Pemasangan Back To Top Gerak Perlahan Atau Lambat


Cara pemasangan Navigasi Scroll Back To Top gerakan perlahan dengan Jquery sebagai berikut:

Satu:
Masuk ke blogger.com >>>Template >>>Edit HTML

Dua:
Letakkan url script Jquery berikut diatas kode </head>
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

Tiga:
Letakkan script berikut di atas </body>kemudian Simpan Template.
<script type='text/javascript'>
   $(function(){$(window).scroll(function(){if($(this).scrollTop()&gt;100){$(&#39;#BounceToTop&#39;).fadeIn
()}else{$(&#39;#BounceToTop&#39;).fadeOut()}});
   $(&#39;#BounceToTop&#39;).click(function(){$(&#39;body,html&#39;).animate({scrollTop:0},800) .animate
({scrollTop:25},200) .animate({scrollTop:0},150) .animate({scrollTop:10},100) .animate({scrollTop:0},50);
})});
</script>

Empat:
Masuk ke Tata Letak blogger. Kemudian tambahkan gadget HTML/Java sript dimana saja tanpa memakai judul. Copy paste kode berikut kedalam gadget HTML/Java Script tersebut dan simpan.
<style type='text/css' scoped='scoped'>
#BounceToTop{position:fixed;bottom:0;right:3px;cursor:pointer;display:none}
</style>
<div id='BounceToTop'><img alt='Back to top' src='https://lh4.googleusercontent.com/-qCmebYuPGkk/VPjzqNCb5jI/AAAAAAAAAEU/gHUt6cpHVSg/s90/totop.jpg'/></div>

Tulisan warna hijau adalah url gambar back to top dan bisa diganti sesuai keinginan.

Bila segalanya benar maka back to top akan nampak seperti yang ada dalam blog ini(Lihat pojok kanan bawah)

Sabtu, 28 Februari 2015

Dua Hal Yang Sering Kita Lupakan Dalam Hidup

Catatan Blogger: Lupa
Demi memburu kehidupan duniawi seringkali kita melupakan dua hal pokok yang justru merupakan esensi dan tujuan dari kehidupan. Kesuksesan dalam arti sempit dan target mengejar ego akan kehidupan secara materi,serta kenikmatan fasilitas merupakan pemicu utama mengapa kita sering melupakan dua hal tersebut.

Manusia cenderung mengejar dan memberikan nilai yang terlalu tinggi serta tidak seimbang dalam mengukur kehidupan. Status 'kaya' cenderung dikejar dengan berbagai cara dan menjadi teramat sangat favorit dari pada status 'miskin'. Kecantikan 'phisik' lebih digandrungi dari pada kecantikan 'jiwa'.


Dua hal yang sering kita lupakan dalam memaknai kehidupan:

 

Kelulusan Atau Naik Level

Kilas balik pada pendidikan kita sejak lahir. Dari lahir secara umum kita menempuh jalur pendidikan yang dimulai dari SD,SMP,SMU mungkin naik lagi ke S1,S2,bahkan S3 dan seterusnya. Semua pendidikan tersebut berjenjang artinya harus dimulai dari bawah,kita tidak bisa masuk SMU bila kita belum lulus SMP.

Lulus atau kelulusan merupakan salah satu indikator dari peningkatan ilmu dan mutu dari seseorang yang dapat di artikan naik level / tingkat,lebih baik dan lebih pintar. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana tingkat kelulusan iman kita.

Apakah sisi religi / keagamaan kita naik tingkat ? Apakah keimanan kita hari ini,bulan ini dan taun ini lebih baik dan meningkat dari pada hari,bulan dan tahun kemarin ? Apakah disetiap hari kita sudah menjadi manusia yang lebih baik ? Apakah sekarang kita sudah melakukan sholat lima waktu kalau tahun kemarin baru bisa melakukan tiga waktu ? Apakah sudah ke gereja seminggu sekali jika kemarin hanya melakukan setahun sekali ?

Asupan gizi makanan Manusia

Untuk memenuhi kebutuhan biologis / tubuh agar sehat dan prima,kita harus makan dan minun yang benar - benar bersih,sehat dan mempunyai nilai gizi tinggi. Makanan dan minuman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri dengan moto halal - sehat - bergizi banyak bertebaran dimuka bumi ini. Semuanya berlomba - lomba untuk mendapatkan makanan sehat tersebut sesuai dengan ketebalan kantong masing - masing.

Semuanya itu adalah makanan untuk raga - biologis dan bersifat duniawi yang kita penuhi tiap hari. Tapi pernahkah kita berpikir,apakah roh - jiwa - batin tiap hari juga kita beri makanan sehat dan bergizi ? Seberapa sering kah kita membaca dan mendengar ceramah ustad,pendeta,biksu terkait dengan agama,moral dan kebaikan ? Tubuh akan lemas dan lunglai bila tidak makan. Demikian juga dengan jiwa,dia akan bikin kerusakan,semaunya sendiri dan berkalakuan buruk bila lapar dan tidak diberi makanan.


Kita harus selalu berubah dalam memaknai hidup agar menjadi manusia yang lebih baik dan membawa manfaat bagi sesama serta makhluk lainnya. Kegagahan,kecantikan dan kepintaran akan membawa kerusakan bila tidak di imbangi dengan perilaku,kelakuan,tabiat dan moral yang baik. Balance - keseimbangan adalah kata kunci. Kejarlah dunia jangan lupakan akhirat - Kejarlah akhirat tapi juga jangan lupakan dunia.

Senin, 23 Februari 2015

Hati - hati Dengan Bisnis Online Non Riil

Catatan Blogger: Hati - hati Bisnis Online
Hati - hati dan Waspadalah Dengan Bisnis Online- Ratusan bahkan mungkin ribuan bisnis online bertebaran di dunia maya. Tidak semua bisnis online di internet buruk,banyak juga yang baik. Jangan selalu berburuk sangka.

Namun demikian ke hati - hatian dan kewaspadaan sangat di perlukan dalam ber bisnis online. Hal - hal apakah yang perlu diperhatikan dan di waspadai pada bisnis online ?

Bisnis Online dapat dikategorikan dalam 2 jenis:
Yang pertamaadalah bisnis Online yang benar - benar riil bisnis. Ciri - ciri bisnis online jenis ini adalah dengan adanya riil(nyata) suatu kegiatan atau aktifitas jual beli barang atau jasa.

Adapun yang keduaadalah bisnis online yang sebenarnya bukanlah bisnis,tapi lebih cenderung bersifat permainan / game atau bisa disebut money game. Bisnis online jenis ini biasanya banyak dibalut dengan idiologi "Komunitas Saling Membantu".

Komunitas saling bantu kalau memang berniat benar - benar saling membantu tentunya bukan bonus dan komisi serta kenaikan nilai mata uang sebagai rewardnya. Sebab kalau ikhlas saling bantu reward satu satunya adalah berbentuk pahala,amal dan keikhlasan yang di hargai Tuhan untuk bekal akhirat kelak.

Jujur saya sudah sering mencoba bisnis online jenis yang kedua ini. Dan kesimpulannya adalah:
1. Sebagus dan sehebat apapun system nya,web nya dan sebesar serta sekuat apapun komunitasnya suatu saat pasti akan HANCUR.

2. Silahkan banyak berharap akan mendapatkan KEUNTUNGAN BESARdalam bisnis online jenis ini. Tapi sekali - kali jangan pernah berharap UANG AKAN KEMBALI. Sebab bila masuk bisnis ini saat booming / berkibar memang keuntungan luar biasa akan ada di tangan. Tapi sebaliknya,bila saatnya kurang pas modal pasti akan musnah. Sebab apa yang terjadi adalah out of controll.
Bijaklah dalam menghargai uang meski cuma Rp 1.000. Silahkan memanfaatkan dunia maya untuk memperbaiki kesejahteraan hidup. Pilihlah bisnis online yang bersifat riil,dimana didalam bisnis tersebut ada aktifitas penjualan barang atau jasa.

Kalau masih ingin mencoba bisnis online(jenis pertama) maka siapkan mental dan emosi disaat modal anda hilang dan musnah ditelan ketidakpastian. Jangan sampai mengumpat dan ngedumel disemua media sosial yang justru secara tidak langsung menunjukkan kebodohan anda ke semua orang.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 19 Februari 2015

Ciri - Ciri Orang Yang Selamat Dan Celaka

Ciri - ciri orang yang selamat dan celaka - Sengaja maupun tidak, disadari maupun tidak sebenarnya kebanyakan manusia (termasuk saya) seringkali malakukan tindakan, sikap dan pikiran yang justru mengarah kepada kerugian dunia dan akhirat.
Catatan Blogger : Selamat atau Celaka

Selamat dunia akhirat sangatlah penting, minimal selamat akhirat sebab esensi kehidupan ini sebenarnya adalah ujian untuk kehidupan di akhirat kelak.

Apa ciri - ciri manusia yang celaka dan yang selamat ?


Melupakan dosa masa lalu

Celakalah orang yang selalu melupakan dosa masa lalu dan selamatlah orang yang selalu ingat dosa masa lalu. Ingat dosa masa lalu bukan berarti mengenang hal - hal negatif dengan berlinang air mata darah, menangis sesenggukan di gardu hansip sambil nenteng sandal jepit..., atau menyayat - nyayat badannya hingga berdarah untuk mengekspresikan penyesalan.

Bukan... bukan itu maksudnya. Selalu ingat dosa masa lalu dimaksudkan agar manusia selalu taubat dengan dosa yang pernah dilakukannya dan agar selalu ingat untuk tidak melakukan dosa yang sama untuk kedua kalinya.

Mengenang kebaikan masa lalu

Celakalah orang yang selalu mengenang kebaikan masa lalu dan dan selamatlah orang yang melupakan kebaikan yang telah dilakukannya.

Dengan selalu mengenang kebaikan masa lalu akan membuat manusia menjadi pongah dan sombong. Sebab mereka menganggap diri sendiri sudah banyak melakukan kebaikan sehingga merasa amal kebajikan atau pahala yang didapat sudah melimpah. Padahal, siapa yang bisa menjamin kebaikan dan amal kebajikan itu pasti diterima oleh Tuhan ? Hanya Tuhan sendirilah yang tahu.

Bicara mengenai sebuah kebaikan, sebenarnya apa makna dari kebaikan itu sendiri ? Apakah menolong orang kelaparan itu suatu kebaikan ? Apakah menolong anjing kehausan itu suatu kebaikan ? Apakah mengawini janda muda cantik itu suatu kebaikan padahal dia sudah beristri ? Kenapa tidak menolong janda tua saja he.... padahal janda tua itu jelas - jelas butuh pertolongan. Apakah membiayai kuliah gadis cantik itu suatu kebaikan ? Kenapa kok nggak menolong sekolah anak - anak terlantar dan miskin ?

Secara kasat mata sulit membedakan kebaikan yang benar - benar berniat baik, atau kebaikan dengan embel - embel berbagai harapan dibelakangnya. Yang jelas, kebaikan yang baik itu hanya mengharapkan balasan dari Tuhan semata dan tanpa harapan embel - embel apapun dari yang ditolongnya. Dan semua itu hanya Tuhan dan yang bersangkutan yang tahu. Sebab awal segalanya adalah niat dan harapan.

Berbanding terbalik dengan orang yang selalu melupakan kebaikan yang telah diperbuatnya. Mereka menganggap kebaikan yang telah dilakukannya masih kurang dan selalu kurang, sehingga mereka akan selalu berbuat kebaikan terus sampai akhir hayatnya dan selalu membawa manfaat buat makhluk lainnya.

Selalu melihat ke atas

Manusia cenderung untuk selalu melihat ke atas terhadap hal - hal yang bersifat duniawi dan itu juga bisa membuat celaka. Seringkali kita melihat dan merasakan bahwa kebanyakan penilaian ukuran sukses seseorang adalah dilihat dari harta dan kekayaannya. Si A termasuk sukses karena punya banyak mobil, Si B sukses karena rumahnya  27 lantai (lantai 1 s/d 26 dalam perencanaan he...), dan Si C sukses karena istrinya ada 16 orang dan rukun semua.

Itulah kenyataan yang sering kita lihat, padahal namanya manusia sekaya dan sehebat apapun pasti akan merasa kurang dan tidak pernah puas bila selalu melihat ke atas. Ujung - ujungnya adalah tidak pernah bersyukur sama Tuhan, sering protes sama Tuhan, pelit, sombong, seolah - olah Tuhan tidak punya peran atas rezeki yang didapatnya sebab mereka merasa kekayaannya adalah hasil kerja kerasnya dan kecerdasan otaknya. Tuhan dijadikan nomor 2, dan nomor 1 nya adalah dirinya sendiri. Sehingga kalau sudah parah mereka akan menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada. Na'idzubillahimindzalik.

Maka selamatlah bagi mereka yang dalam urusan duniawi selalu melihat ke bawah. Dampak positifnya luar biasa bagi makhluk lainnya. Selalu bersyukur, tidak pelit, tidak sombong, piiissssssss alias damai dan sejahtera. Segala tindakan dan pikirannya akan selalu membawa dampak kebaikan buat sekitarnya dan untuk kehidupanya sendiri di akhirat kelak.

Selalu melihat ke bawah

Selalu melihat ke bawah bukan berarti mencari duit jatuh di jalan atau mencari cincin si Waginem yang kemarin hilang saat pulang dari pasar... Selalu melihat ke bawah dalam hal ini berarti Celakalah manusia bila selalu melihat ke bawah atas urusan akhirat. Bila selalu melihat kebawah atas urusan akhirat maka mereka akan merasa amal pahalanya, ibadahnya dan kebaikannya sudah lebih banyak dan lebih hebat dari orang lain. Sombong, sok alim, sok ahli ibadah, ke akuan nomor 1 dan malas berbuat baik adalah dampak yang akan didapatnya.

Kebalikannya, bila orang yang selalu melihat ke atas untuk urusan akhiratnya. Dia akan selalu berusaha berbuat baik... baik... dan baik, haus ilmu kebaikan, haus ibadah dan haus untuk berbuat sesuatu yang memberikan manfaat untuk makhluk lainnya.

Marilah kita bertanya pada diri kita masing - masing. Kita ini termasuk manusia celaka ataukah manusia yang selamat. Ayo kita berlomba - lomba untuk menjadi orang yang lebih baik meskipun saat ini dan masa lampau kita kacau, jelek, hina dan bejat. Tuhan Maha Pengampun, dan Tuhan sangat mencintai orang - orang yang baik dan membawa manfaat.